Skip to content

Lorong Gelap Itu

Last updated on June 27, 2013

Di lorong sempit hampa oksigen itu aku berjalan sambil meraba-raba dinding nya yang termakan usia, yang pangkal pertemuannya dengan tanah menjadi tempat tikus-tikus jenaka berlarian.

Kunyalakan sebatang korek api untuk melihat ujungnya.

Apinya meredup.

Meredup.

Lalu mati.

Tetap saja tak tampak benda di ujung lorong itu.

 

Di lorong gelap yang sempit itu aku berjalan.

Published inMe and HimMy Life StoryPoems

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *