Skip to content

Mawar dan Kumbang

Last updated on June 27, 2013

Mawar yang mekar awal kesembilan itu hanyut terbawa aliran sungai di lembah penuh kuning hijau, membius bocah yang tiba-tiba memetik tangkainya, lalu berdarah karena durinya.

 

“Ah!”

Diletakkannya kembali si mawar.

“Biar untuk mainan kumbang saja”

 

Dan layu menunjuk-nunjuk di ujung jalan.

Published inMy Life StoryPoems

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *