Skip to content

Tag: puisi

Goresan Singkat Tentang Sapardi

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

– Aku Ingin, Sapardi Djoko Damono –

Kalau ada sebuah pertanyaan, “Siapakah penyair yang paling anda kagumi?” dengan pasti saya akan memberikan dua nama: Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Damono. pada kesempatan kali ini, saya akan sedikit membahas opini saya mengenai nama kedua.

Laskar Pelangi

Ada 2 kejadian lucu di weekend gw minggu lalu. Yang pertama gw sebut dengan tragedi-mo-nelp-si-kampret-malah-nyambung-ke-lutung. Kejadian diawali dengan maksud gw yang mo telp temen gw, buat janjian ke gereja. Sebut saja nama temen gw itu Alex (seperti biasa, nama disamarkan).

Tuut…tuut…(telp berdering, bukan telp kentut).

Suara-di-seberang-telp : halo.

Sigit Ganteng: Halo selamat sore, bisa bicara dengan Alex?

Suara-di-seberang-telp : hah?

Sigit Ganteng: Iya, Alexnya ada?

Suara-di-seberang-telp: Alex?

Sigit Ganteng: *mikir2 kok kayanya kenal suaranya*

Suara-di-seberang-telp: Lo mabok git?

Sigit Ganteng: Setan. Banday ya??Salah pencet nomor gw.

Banday Kasarung: buahuahuahuahuahua.

Gua malu dengan sukses.

Air Itu Datang Mengganggu Tidurku

Sel-sel neuron di cerebelum tetap saja menghantarkan derai-derai statis ketika ketenangan mencekam Seketika setitik kuk jatuh, menyeret kesadaran perlahan berpindah menuju kekhilafan tak tentu arah Kulalui tidur tanpa mata tertutup, karena waktu berjaga sudah tiba dan panjang malam itu… Tak henti kuterisak, akhiri semua ini Kalau Kau mau, wahai Sumber Kehidupan? untuk kediaman kesayangan ku, yang dilanda bah…