:::: MENU ::::

One Dream Came True

I once stumbled on Matt Mullenweg (founder of Automattic, the company behind WordPress) personal website and were wowed by its domain name: ma.tt. It’s so simple, so creative, so easy to remember, so good of a personal branding, and most of all, so awesome! Since that very moment I’ve been wanting to have such domain: sig.it.

jbsigit

After doing some researches, I knew the .tt domain belongs to the Trinidad and Tobago region, so, it must be registered via well-established registrars that provide international domain registration. The problem was, I didn’t know any, as up to this moment my clients are local. Until one day, I accidentally browsed and found GoDaddy. I searched for the .it domain, and it was there! Then I tried to register sig.it. What really suck was that domain name has already registered to some Italian company. I must think of something else. I thought of using .tn (Sigit N, hence, sigi.tn), but I couldn’t find a provider for the Tunisia domain. Thank God an epiphany (really?) came unto me and made me think of another name: jbsig.it. So, here we go, a new personal website with a cool domain name that I’ve been dreaming: jbsig.it. Enjoy folks! :)




Petir dan Angin Malam

Ia tak lagi melihat cahaya lampu yang biasa menemaninya sambil membolak-balik lembar demi lembar buku itu.

Dengan kedua tangan susah payah menutup kupingnya dari gemuruh petir di luar sana.

Ia cari-cari angin malam yang sempat mendinginkan tulangnya.

Tunggu.

Riuh rendah itu ternyata dari dalam mulutnya sendiri.

Di gelap itu ia berkelahi dengan semua benda yang ada di sekelilingnya.

Di gelap itu ia mengambil pisau, bermaksud menghunjamkannya ke bilur-bilur nadinya.


Lorong Gelap Itu

Di lorong sempit hampa oksigen itu aku berjalan sambil meraba-raba dinding nya yang termakan usia, yang pangkal pertemuannya dengan tanah menjadi tempat tikus-tikus jenaka berlarian.

Kunyalakan sebatang korek api untuk melihat ujungnya.

Apinya meredup.

Meredup.

Lalu mati.

Tetap saja tak tampak benda di ujung lorong itu.

 

Di lorong gelap yang sempit itu aku berjalan.


Mawar dan Kumbang

Mawar yang mekar awal kesembilan itu hanyut terbawa aliran sungai di lembah penuh kuning hijau, membius bocah yang tiba-tiba memetik tangkainya, lalu berdarah karena durinya.

 

“Ah!”

Diletakkannya kembali si mawar.

“Biar untuk mainan kumbang saja”

 

Dan layu menunjuk-nunjuk di ujung jalan.


Cerita Hujan

harum hujan yang dihirup ketika keluar dari kamar membuatnya berhenti berjalan di lantai dingin itu: haruskah aku keluar bermandi hujan seperti waktu kecil, atau kembali masuk kamar menikmati dingin dan harum nya seperti yang ayah dan ibu sering lakukan?

sungguh suara dari dalam kamar itu tertutup bunyi rintiknya


WordCamp Indonesia 2011

As a web application developer, I use WordPress as the CMS (not the free blog services provided by WordPress.com)  for almost all of my projects related to corporate profile, personal blog, and e-commerce portal. The very first time I met the CMS, my heart fell for it. It is robust, reliable, and totally free. Oh, and most importantly, it’s really great in assuming that you’re a dumb. Because of the fact that I love it so much, I intend to grasp some new knowledge about it. Fortunately, there’s this event called WordCamp Indonesia 2011, for which I spent my last weekend.

Continue Reading


Goresan Singkat Tentang Sapardi

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

– Aku Ingin, Sapardi Djoko Damono –

Kalau ada sebuah pertanyaan, “Siapakah penyair yang paling anda kagumi?” dengan pasti saya akan memberikan dua nama: Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Damono. pada kesempatan kali ini, saya akan sedikit membahas opini saya mengenai nama kedua.

Continue Reading


Hikayat Hati

Kalau saja senja muncul tak secepat subuh

Tentu dawai gitar itu tak berbunyi

Tentu senja itu tak kemuning

Kalau saja hitam tak berubah secepat putih

Tentu saja tak hilang hati

Tak hilang pikiran

Tapi siapa yang bisa menumpuk balok-balok kayu dan bebatuan kali menjadi sebuah dam

Setabah hujan bulan Juni, sependek kisah kayu dan api, sepilu isyarat awan kepada hujan

Karena sederhana saja tak cukup singkat baginya…