:::: MENU ::::
Posts tagged with: perpisahan

Apa Hebatnya Seorang Romo

Apa hebatnya seorang manusia yang disebut Romo itu?
Bukankah ia terlahir dari butir-butir nasi putih di atas peluh bertabur bintang?

Bukankah sosok biasa itu juga bekerja di atas dua kaki dan berjalan di atas dua tangan, tidak punya sayap dan tidak bisa terbang?

Apa hebatnya seorang Romo?

Ia tidak lebih terang dari bulan yang menjadikan malam dari siang dan tidak lebih panas dari mentari yang menjadikan siang dari malam

Namun kalau kau pandang malam di luar sana

Pernahkah bergema suara berkutat

“Maukah kau jadi aku?”

Yang terus dan terus dan terus saja diteriaki, “Jangan aku, jangan aku”?

Wahai manusia-manusia rendahan

Pernahkah tapak kakimu menginjak bara-bara api di luar sana hanya sekedar untuk meneteskan air mata bagi orang lain?

Bukankah dari titik ini kita kabur dan berlari?

Bersembunyi dari cahaya yang masih terus bertanya, “Maukah kau jadi aku?”

Apa hebatnya seorang Romo?

Tapi bukankah dari sebuah rahim yang kosong kita lahir?

Bukankah dari keheningan yang dalam puisi terindah lahir?

Dan dari kekosongan itulah

Lahir sebuah kesempurnaannya…

Johanes Berchman Sigit Noviandi (Komsel PU)

Rumah Putih, Cikarang

7 September 2008, 21.05

Untuk Rm. Antonius Antara Pr.


It’s Over Now

Semalem gw nonton business art with Mario Teguh di O Channel. Ada satu quote beliau yang sangat super menurut gw.

Kalau anda mengingkan sesuatu, inginkan sesuatu yang membuat anda bekerja keras.

Terus dia bertanya dengan gaya khas nya yang super, “Berapa banyak orang yang bilang, kalau saya sudah kaya, saya akan nganggur, hidup santai. Lha? Sekarang kerjanya apa? Nganggur. Nah, tidak perlu kaya toh?”

Kata-kata ini lantas ngingetin gw buat ngambil salah satu keputusan penting dalam hidup gw, keputusan yang ga boleh diambil sembarangan, keputusan yang bakal menentukan arah hidup gw, keputusan penuh makna, yang bakal melibatkan hajat hidup orang banyak di sekitar gw, which is, apakah fans club gw harus ditutup…

Okeh. Bukan itu. :D Continue Reading