:::: MENU ::::

Menghitung Hari

sisa dua hari

menuju penghabisan

seandainya masih tersisa lebih

biar ku dapat berpikir dan menabuh rasa

bukan tanpa tau apa


AntibiasaNews: Criminality in A Restaurant in Cikarang

Baru-baru saja sebuah restoran di bilangan Kota Jababeka, Cikarang kemasukan beberapa kriminal dengan motif merampok makanan di tempat tersebut. Para perampok tersebut menggunakan sebuah truk gandeng sebagai sarana transportasi tersebut. Diyakini bahwa mereka mendapat bantuan beberapa orang luar biasa (baca:supernatural people) karena truk tersebut berhasil masuk ke dalam restoran tersebut, bahkan sampai ke lantai 2, tanpa melakukan perusakan apapun. Pihak yang berwajib masih berusaha mengungkap misteri masuknya truk tersebut. Aneh. Sungguh aneh, pemirsa (bacanya harus dengan bibir miring2 monyong meniru presenter infotainment di tipi2).

Continue Reading



Pak CEO Kita

Jreng jreeeengg….durururururururuurdum…jreng..csss…jreeeeeeeeeeeeng!! (suara drum roll, bukan orang mencret).

Akhirnya gw kembali menghidupkan blog ini. Akhirnya, setelah sekian lama blog ini ga mendapat curahan air segar postingan gw yang fresh, dia kembali tumbuh, menghirup sari pati tulisan gw yang, uoh, sungguh menarik.

Mungkin beberapa dari kalian pada nanya knp gw ga pernah posting lagi. Well, things happened. Mulai dari project-yang-naujubile-ga-kelar2, sampe tugas2-kuliah-yang-bikin-gw-ga-bisa-makan-kalo-ga-laper-dan-ga-tidur-kalo-ga-ngantuk (ya iyalah :D ). Well, tapi akhirnya sekarang2 ini gw mulai bisa bernafas lagi, bisa curi2 waktu luang sedikit buat sekedar ngupdate blog.

Continue Reading


Snap On Is On Business!

Gw baru aja buat company dalam rangka project subject Entrepreneurship. Namanya SnapOn. Sesuai namanya, kita produksi badge ato pin dengan beberapa modul, which is badge/pin biasa, gantungan kunci, ato cermin kecil. Design fleksible, bisa kita desainin, ato dari customer. Bisa juga foto dijadiin pin. Harga Rp 5.000 buat yang gede, dan Rp 4.000 buat yg kecil. Cover ada yang glossy ada juga yang anti gores. Kualitas bisa dipercaya. Pesenan dalam jumlah besar bakal dapet special treatment sesuai jumlah pesanan. Sample desain bisa diliat di:

Pin Sample

Pin Sample

So, buruan pesen! Dijamin pas banget buat acara2 ato event2, sebagai suvenir buat pengunjung ato peserta!


Laba-labaku

Jejaringmu membawa bongkahan benang putih yang mengikat namun tak kunjung jadi merah

Dan ketika aku tersadar telah terjerat di dalamnya bagai kepompong bisu

Sampai kapan mau bermain?


Putaran Keduaempat

Suara naviri masih terdengar dari aula langit

Ketika mereka duduk di depan sebuah teras dan bercakap bernyanyi

“Kenapa?”

“Ya karena..”

Tiga tiga puluh saat sabda datang dan mengundang diri asik bermain dalam tanya mengapa titik ini berputar balik saat hati masih bisa merasa?

Jawaban yang sama dari mengapa setelah dua tiga lima sembilan adalah empat buah nol dengan satu titik dan bukan dua empat nol nol

Begitu pentingnya nol bagi-Mu, bukan?

dari inspirasi yang datang bersama aubade pukul 9.45 yang disampaikan melalui A+, tentang pertanyaan aneh, tapi filosofis tak terhingga.

dari inspirasi yang datang dari dia yang sempat menarik hati, dan kemarin menyita detik-detik ku, yang datang dari Dia, tentang perasaan yang aneh, tapi dalam tak terselami…


Lagu Pagi

Pada rumput yang bergoyang

Dan dewi-dewi di atas sana

Aku membawakan sebuah aubade

Tentang lagu pagi yang didaraskan pada malam yang ramai

dan bertanya

Mengapa begini porak?


Tetes Lelah

Tetes hujanku membawa seribu gelombang dan pecahlah karang
Otot-otot yang keluar dan nafas terbatuk-batuk
Lelahkah?

Tujuh belas kali ini membawa tanda besar
katanya hebat
‘untuk apa?’ tanyaku


Apa Hebatnya Seorang Romo

Apa hebatnya seorang manusia yang disebut Romo itu?
Bukankah ia terlahir dari butir-butir nasi putih di atas peluh bertabur bintang?

Bukankah sosok biasa itu juga bekerja di atas dua kaki dan berjalan di atas dua tangan, tidak punya sayap dan tidak bisa terbang?

Apa hebatnya seorang Romo?

Ia tidak lebih terang dari bulan yang menjadikan malam dari siang dan tidak lebih panas dari mentari yang menjadikan siang dari malam

Namun kalau kau pandang malam di luar sana

Pernahkah bergema suara berkutat

“Maukah kau jadi aku?”

Yang terus dan terus dan terus saja diteriaki, “Jangan aku, jangan aku”?

Wahai manusia-manusia rendahan

Pernahkah tapak kakimu menginjak bara-bara api di luar sana hanya sekedar untuk meneteskan air mata bagi orang lain?

Bukankah dari titik ini kita kabur dan berlari?

Bersembunyi dari cahaya yang masih terus bertanya, “Maukah kau jadi aku?”

Apa hebatnya seorang Romo?

Tapi bukankah dari sebuah rahim yang kosong kita lahir?

Bukankah dari keheningan yang dalam puisi terindah lahir?

Dan dari kekosongan itulah

Lahir sebuah kesempurnaannya…

Johanes Berchman Sigit Noviandi (Komsel PU)

Rumah Putih, Cikarang

7 September 2008, 21.05

Untuk Rm. Antonius Antara Pr.