:::: MENU ::::
Browsing posts in: Uncategorized

Bersyukur

Sepulang rapat dengan Seksi Kepemudaan dari paroki dan stasi kemarin malam, saya dan istri mengitari komplek sekitar cluster tempat kami tinggal, bermaksud meredakan gemuruh di dalam perut. Saya kemudian mengarahkan mobil masuk ke dalam komplek ruko setelah melihat sebuah petromak masih menyala menerangi gerobak nasi goreng di depan sebuah ruko. Ketika saya parkir, tepat di depan gerobak nasi goreng itu, sebuah kedai kecil yang ditutupi spanduk dan terpal menarik perhatian kami. Di atas spanduk itu terpampang foto-foto ‘produk’ dari si kedai: ayam goreng, soto ayam, dll. Continue Reading


Berpantang dengan Esensi

Setelah pulang dari hunting beberapa keperluan pernikahan, saya dan Vicky segera pulang mempersiapkan diri untuk penyelidikan kanonik oleh seorang Pastor paroki. Kami putuskan untuk menelan sesuap dua suap makanan sebelum tiba di rumah. Berhubung hari ini kami berpantang, singgahlah kami di sebuah tempat makan vegetarian: Loving Hut Express dekat rumah Vicky. Pasangan saya itu memesan semangkuk mie charsiew, saya memesan paket 3 sayur, dua tusuk sate, dan dua sendok charsiew. Saat menyantap hidangan, suara hati saya bertanya-tanya. Kalau bermaksud tidak makan daging dan beralih ke makanan vegetarian serupa daging, bukankah esensi berpantang itu sendiri tidak tercapai? Bukankah dengan demikian sama saja dengan tidak bermatiraga? Bukankah kalau demikian, saya sekedar menaruh kedok, membohongi hati, dan hanya berpura-pura berpantang?



Balada Tentang Malam

Di tengah-tengah keramaian dan suara orang berteriak-teriak

Semut itu berjalan menepi keluar dari lingkaran para manusia

Gelap di persimpangan gang menjadi saksi

Sepi malam ini

Gelap di persimpangan jalan bisu bernyanyi

Mimpi tak jadi arti


Ranting Yang Lurus

Ketika ia memegang sebuah ranting bercabang dua

Selalu ingin dipatahkannya salah satu cabangnya sehingga menjadi satu garis lurus horizontal

Tapi bunyi “krak” nya berteriak lebih dulu

Jauh sebelum rasa takut datang karena ketidaktahuan

Pun setelahnya garis itu tetap tidak bisa lurus



Titik dan Putih

Aku tertawa melihat sebuah titik yang digambarkan seorang anak kecil di atas sebuah kertas putih bersih, yang merupakan awal imajinasinya melukis sesosok wanita yang indah, tapi diurungkannya karena titik itu telah mengandung 8 warna, mejikuhibiniu dan sebuah hitam.

Sungguh.

Indah.



Laba-labaku

Jejaringmu membawa bongkahan benang putih yang mengikat namun tak kunjung jadi merah

Dan ketika aku tersadar telah terjerat di dalamnya bagai kepompong bisu

Sampai kapan mau bermain?


Lagu Pagi

Pada rumput yang bergoyang

Dan dewi-dewi di atas sana

Aku membawakan sebuah aubade

Tentang lagu pagi yang didaraskan pada malam yang ramai

dan bertanya

Mengapa begini porak?


Pages:123