Skip to content

Cerita Bocah Kecil, Malaikat-malaikat, dan Masa Tua

Last updated on June 27, 2013

Gadis kecil itu masih saja berjalan menyusuri satu tambah satu sama dengan dua

Sampai ketika ia tiba pada angka sepuluh dan duduk di bangku sekolahan dengan angka nol lebih banyak

Ketika malaikat-malaikat itu datang dan berdiam sejenak di atap rumahnya, ia masih saja berjalan sampai bertemu angka dua belas

Ketika malaikat-malaikat itu beranjak pergi dari gubuk itu, ia tak sempat bersalaman untuk mengucapkan kata pamit

Gadis kecil itu masih terus berjalan mengitari detik dan detak

Kali ini ditemani ia yang dilahirkan serahim dengannya

“Kita bisa berdoa”, kata seorang kawan

Tapi hujan tetap turun

Gadis kecil itu masih terus berjalan menikmati rintik-rintik

Dengan isak tangis ia menantang masa tua

Dengan isak tangis ia terus berjalan…

*untuk seorang kawan, yang dengan sepotong kisah hidupnya berhasil membuat kita menangis

Published inMy Life StoryPoems

3 Comments

  1. Gak nyangka Sigit sadis juga kalo bikin kata-kata…..Keren jo….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *