:::: MENU ::::
Browsing posts in: My Life Story

Snap On Is On Business!

Gw baru aja buat company dalam rangka project subject Entrepreneurship. Namanya SnapOn. Sesuai namanya, kita produksi badge ato pin dengan beberapa modul, which is badge/pin biasa, gantungan kunci, ato cermin kecil. Design fleksible, bisa kita desainin, ato dari customer. Bisa juga foto dijadiin pin. Harga Rp 5.000 buat yang gede, dan Rp 4.000 buat yg kecil. Cover ada yang glossy ada juga yang anti gores. Kualitas bisa dipercaya. Pesenan dalam jumlah besar bakal dapet special treatment sesuai jumlah pesanan. Sample desain bisa diliat di:

Pin Sample

Pin Sample

So, buruan pesen! Dijamin pas banget buat acara2 ato event2, sebagai suvenir buat pengunjung ato peserta!


Putaran Keduaempat

Suara naviri masih terdengar dari aula langit

Ketika mereka duduk di depan sebuah teras dan bercakap bernyanyi

“Kenapa?”

“Ya karena..”

Tiga tiga puluh saat sabda datang dan mengundang diri asik bermain dalam tanya mengapa titik ini berputar balik saat hati masih bisa merasa?

Jawaban yang sama dari mengapa setelah dua tiga lima sembilan adalah empat buah nol dengan satu titik dan bukan dua empat nol nol

Begitu pentingnya nol bagi-Mu, bukan?

dari inspirasi yang datang bersama aubade pukul 9.45 yang disampaikan melalui A+, tentang pertanyaan aneh, tapi filosofis tak terhingga.

dari inspirasi yang datang dari dia yang sempat menarik hati, dan kemarin menyita detik-detik ku, yang datang dari Dia, tentang perasaan yang aneh, tapi dalam tak terselami…


Tetes Lelah

Tetes hujanku membawa seribu gelombang dan pecahlah karang
Otot-otot yang keluar dan nafas terbatuk-batuk
Lelahkah?

Tujuh belas kali ini membawa tanda besar
katanya hebat
‘untuk apa?’ tanyaku


Apa Hebatnya Seorang Romo

Apa hebatnya seorang manusia yang disebut Romo itu?
Bukankah ia terlahir dari butir-butir nasi putih di atas peluh bertabur bintang?

Bukankah sosok biasa itu juga bekerja di atas dua kaki dan berjalan di atas dua tangan, tidak punya sayap dan tidak bisa terbang?

Apa hebatnya seorang Romo?

Ia tidak lebih terang dari bulan yang menjadikan malam dari siang dan tidak lebih panas dari mentari yang menjadikan siang dari malam

Namun kalau kau pandang malam di luar sana

Pernahkah bergema suara berkutat

“Maukah kau jadi aku?”

Yang terus dan terus dan terus saja diteriaki, “Jangan aku, jangan aku”?

Wahai manusia-manusia rendahan

Pernahkah tapak kakimu menginjak bara-bara api di luar sana hanya sekedar untuk meneteskan air mata bagi orang lain?

Bukankah dari titik ini kita kabur dan berlari?

Bersembunyi dari cahaya yang masih terus bertanya, “Maukah kau jadi aku?”

Apa hebatnya seorang Romo?

Tapi bukankah dari sebuah rahim yang kosong kita lahir?

Bukankah dari keheningan yang dalam puisi terindah lahir?

Dan dari kekosongan itulah

Lahir sebuah kesempurnaannya…

Johanes Berchman Sigit Noviandi (Komsel PU)

Rumah Putih, Cikarang

7 September 2008, 21.05

Untuk Rm. Antonius Antara Pr.


Laskar Pelangi

Ada 2 kejadian lucu di weekend gw minggu lalu. Yang pertama gw sebut dengan tragedi-mo-nelp-si-kampret-malah-nyambung-ke-lutung. Kejadian diawali dengan maksud gw yang mo telp temen gw, buat janjian ke gereja. Sebut saja nama temen gw itu Alex (seperti biasa, nama disamarkan).

Tuut…tuut…(telp berdering, bukan telp kentut).

Suara-di-seberang-telp : halo.

Sigit Ganteng: Halo selamat sore, bisa bicara dengan Alex?

Suara-di-seberang-telp : hah?

Sigit Ganteng: Iya, Alexnya ada?

Suara-di-seberang-telp: Alex?

Sigit Ganteng: *mikir2 kok kayanya kenal suaranya*

Suara-di-seberang-telp: Lo mabok git?

Sigit Ganteng: Setan. Banday ya??Salah pencet nomor gw.

Banday Kasarung: buahuahuahuahuahua.

Gua malu dengan sukses. Continue Reading


Mari Kita Berhenti Sejenak, Untuk Melihat Sudah Sejauh Apa Bangsa Ini Melangkah

Beberapa hari yang lalu saya melintasi salah satu jalan protokol di bilangan Jakarta Pusat, yang di antara kedua ruas jalan tersebut, ada sebuah taman dengan sebuah patung Jenderal Sudirman berdiri tegak, menghormat ke arah depan. Lantas, saya teringat sebuah scene dalam film Nagabonar Jadi 2, di mana si Nagabonar menyuruh patung Jend. Sudirman itu untuk menurunkan tangannya, sambil berkata, “Turunkan tanganmu, Jenderal! Mengapa kau menghormat terus?! Apa karena mereka semua itu menggunakan roda 4 ?! Bah! Tidak semua dari mereka pantas kau hormati!” Scene itu membuat siapa saja yang menonton bergetar. Betapa sosok seorang Nagabonar memberi contoh penghargaan yang luar biasa kepada seorang pahlawan. Moreover, satu bagian kalimat yang diucapin Nagabonar tersebut mengandung makna lebih dalam. “Tidak semua dari mereka pantas kau hormati.” Continue Reading


It’s Over Now

Semalem gw nonton business art with Mario Teguh di O Channel. Ada satu quote beliau yang sangat super menurut gw.

Kalau anda mengingkan sesuatu, inginkan sesuatu yang membuat anda bekerja keras.

Terus dia bertanya dengan gaya khas nya yang super, “Berapa banyak orang yang bilang, kalau saya sudah kaya, saya akan nganggur, hidup santai. Lha? Sekarang kerjanya apa? Nganggur. Nah, tidak perlu kaya toh?”

Kata-kata ini lantas ngingetin gw buat ngambil salah satu keputusan penting dalam hidup gw, keputusan yang ga boleh diambil sembarangan, keputusan yang bakal menentukan arah hidup gw, keputusan penuh makna, yang bakal melibatkan hajat hidup orang banyak di sekitar gw, which is, apakah fans club gw harus ditutup…

Okeh. Bukan itu. :D Continue Reading


Good Job!

Hancock. Badan benar2 terguncang. Seisi bioskop pada menggelinjang nonton film ini. Keren abisss….Lucunya ga tanggung2. Ceritanya juga not bad. Overall, 8.5 out of 10. Satu kalimat dia yang terngiang2 di benak gw “Good job!”. Lantas gw langsung mempraktekkan kalimat itu. Misalnya, pas diri gw lagi di depan monitor dan muka gw terpampang secara tak sengaja, gw blg, “Good Job!” Kalimat lengkapnya adalah, “Good job, you have a handsome face.” Uoh.

Continue Reading


Sebuah Kisah dari Jaman Lampau

Aku pernah bertanya dari mana ia datang
yang dijawabnya hanya dengan senyuman

Di antara ujung-ujung pelangi aku bernyanyi bersamanya, membuang kotoran-kotoran dari satu tetes embun ke tetes embun yang lain, dan masih saja bertanya dari mana ia datang sampai tetes ke tiga ratus enam lima

Aku pernah bertanya ke mana ia pergi
yang dihempaskannya dengan sunyi

Jalanan penuh pepohonan kuhitung dari satu sampai delapan, dan sampai sekarang aku masih bertanya betapa bodohnya kakiku melangkah melewati pohon-pohon itu tanpa memanjat ke atasnya sekedar memandang sekeliling mencari dia

Aku pernah bertanya dari mana ia datang
“Dari masa lalu mu yang hilang sesaat”, dia jawab.

for the one, who came back after a while…


Be A Narcissist and Get A PRIZE!

Halo. Baru aja gw isi comment di blog salah satu dosen gw, sebut saja Ms. Sandy (nama disamarkan), sisinya kurang lebih begini:

i suppose he feels uncomfortable because of his face.

function is_more_handsome($person)
{
if($person==’sigit’)
{
return TRUE;
}
else
{
return FALSE;
}
}

if($face==’too_ugly’)
{
$desperado=TRUE;
}
elseif($face==’too_handsome’)
{
if(is_more_handsome(’sigit’)==TRUE)
{
$desperado = TRUE;
}
}

while(($desperado==TRUE) && (is_life()==1))
{
try_suicide();
}

yeah. I know. That’s could be because I’m more handsome than him, so he was upset and try to suicide, exactly as the code above.
Salam tampan ;)

Continue Reading