:::: MENU ::::
Browsing posts in: My Life Story

Siapa Aku

Siapa aku ini hingga layak menyerukan “Surga”?

Siapa aku ini hingga dapat memanggilmu “Tuhan”?

Siapa aku ini hingga lantang jiwa dan kabut di dalam kepala yang melayang di atas jalan peziarahan tidak membuat malaikat pencabut nyawa mendekati dan berkenalan denganku?

Siapa aku ini

sampai-sampai malam tidak Kau suruh mengalahkan pagi?


Malaikat-malaikat Kecil Tuhan

Saat anda fokus untuk menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan memastikan anda selalu dilimpahi berkat-Nya. – Joel Osteen

Saya selalu berpendapat bahwa melayani Tuhan harus berada di urutan teratas dalam daftar prioritas hidup. Bagi saya, melayani Tuhan harus didahulukan dari kepentingan dan kepuasan diri, karena saya percaya saat kita menghabiskan 15 hari untuk bekerja dan 15 hari untuk pelayanan, hasil yang kita peroleh dari 15 hari untuk bekerja itu akan dilipatgandakan oleh-Nya untuk menutupi 15 hari yang kita habiskan untuk pelayanan. Saya percaya bahwa saat kita mendahulukan Tuhan, kita tidak perlu kuatir akan hidup kita, karena Ia sendiri yang akan menjaga dan menjamin hidup kita (bdk Mat 6:25). Banyak pengalaman pribadi saya yang dapat membuktikannya. Perkenankan saya membagikan satu di antaranya, yang baru saya alami beberapa hari yang lalu.

Continue Reading


Poems Collection

I visited my old blog that I created to serve my hobby writing poems and decided to migrate them all here. Please scroll through the posts history, filter by category “Poems” (on the menu bar), or click this link http://jbsig.it/category/poems-2/ to find them all. Have fun! Hope you guys enjoy it!


Stunningly Beautiful. Period.

The video of Choir and Orchestra of the 26th World Youth Day in Madrid, Spain performing Sanctus and Agnus Dei. It was absolutely stunning!

Praying such performance could be brought someday in a Holy Mass in Indonesia.

 


One Dream Came True

I once stumbled on Matt Mullenweg (founder of Automattic, the company behind WordPress) personal website and were wowed by its domain name: ma.tt. It’s so simple, so creative, so easy to remember, so good of a personal branding, and most of all, so awesome! Since that very moment I’ve been wanting to have such domain: sig.it.

jbsigit

After doing some researches, I knew the .tt domain belongs to the Trinidad and Tobago region, so, it must be registered via well-established registrars that provide international domain registration. The problem was, I didn’t know any, as up to this moment my clients are local. Until one day, I accidentally browsed and found GoDaddy. I searched for the .it domain, and it was there! Then I tried to register sig.it. What really suck was that domain name has already registered to some Italian company. I must think of something else. I thought of using .tn (Sigit N, hence, sigi.tn), but I couldn’t find a provider for the Tunisia domain. Thank God an epiphany (really?) came unto me and made me think of another name: jbsig.it. So, here we go, a new personal website with a cool domain name that I’ve been dreaming: jbsig.it. Enjoy folks! :)



Petir dan Angin Malam

Ia tak lagi melihat cahaya lampu yang biasa menemaninya sambil membolak-balik lembar demi lembar buku itu.

Dengan kedua tangan susah payah menutup kupingnya dari gemuruh petir di luar sana.

Ia cari-cari angin malam yang sempat mendinginkan tulangnya.

Tunggu.

Riuh rendah itu ternyata dari dalam mulutnya sendiri.

Di gelap itu ia berkelahi dengan semua benda yang ada di sekelilingnya.

Di gelap itu ia mengambil pisau, bermaksud menghunjamkannya ke bilur-bilur nadinya.


Lorong Gelap Itu

Di lorong sempit hampa oksigen itu aku berjalan sambil meraba-raba dinding nya yang termakan usia, yang pangkal pertemuannya dengan tanah menjadi tempat tikus-tikus jenaka berlarian.

Kunyalakan sebatang korek api untuk melihat ujungnya.

Apinya meredup.

Meredup.

Lalu mati.

Tetap saja tak tampak benda di ujung lorong itu.

 

Di lorong gelap yang sempit itu aku berjalan.


Mawar dan Kumbang

Mawar yang mekar awal kesembilan itu hanyut terbawa aliran sungai di lembah penuh kuning hijau, membius bocah yang tiba-tiba memetik tangkainya, lalu berdarah karena durinya.

 

“Ah!”

Diletakkannya kembali si mawar.

“Biar untuk mainan kumbang saja”

 

Dan layu menunjuk-nunjuk di ujung jalan.