:::: MENU ::::

Berpantang dengan Esensi

Setelah pulang dari hunting beberapa keperluan pernikahan, saya dan Vicky segera pulang mempersiapkan diri untuk penyelidikan kanonik oleh seorang Pastor paroki. Kami putuskan untuk menelan sesuap dua suap makanan sebelum tiba di rumah. Berhubung hari ini kami berpantang, singgahlah kami di sebuah tempat makan vegetarian: Loving Hut Express dekat rumah Vicky. Pasangan saya itu memesan semangkuk mie charsiew, saya memesan paket 3 sayur, dua tusuk sate, dan dua sendok charsiew. Saat menyantap hidangan, suara hati saya bertanya-tanya. Kalau bermaksud tidak makan daging dan beralih ke makanan vegetarian serupa daging, bukankah esensi berpantang itu sendiri tidak tercapai? Bukankah dengan demikian sama saja dengan tidak bermatiraga? Bukankah kalau demikian, saya sekedar menaruh kedok, membohongi hati, dan hanya berpura-pura berpantang?


So, what do you think ?