:::: MENU ::::
Monthly Archives: January 2008

Dunia Bercumbu

Aku memimpikan tanah-tanah gersang yang subur

Tanpa pagar-pagar bambu yang meneriakkan namanya sendiri

Di dalamnya tiada warna

Semua putih, semua hitam

Aku memimpikan hari tanpa malam dan siang

Dalamnya hanya ada satu waktu

Satu matahari

Aku memimpikan bumi tanpa cakrawala yang memisahkan langit dan lautan

Di dalamnya semua bernyanyi satu lagu

Aku merindukan dunia tanah gersang yang subur tanpa warna

Di dalamnya ada satu Tuhan

satu kulit

satu tubuh

satu tempat lahir

di mana semua dapat bercumbu di atas jurang


Nyanyian Pasopati

/1/

Aku melihat angin menderu dan petir berdebu

yang mengguncang astana dan membangunkan rintik-rintik hujan badai

dari tempat tertinggi

/2/

Aku adalah pasak bumi yang tegak berdiri berpuluh-puluh tahun

Dengan lagu dan gempa, kugonjang-ganjing jagad semesta

Berjenjang di atas benang, menahan diri tanpa jatuh ke bawah

Dari sana kubawa diri dan semesta melihat langit

/3/

Aku adalah rahwana baik hati

bertopeng Wisnu

berhati Syiwa

/4/

Dari jukta posisi kuhela waktu

Dengan tirani kubalik bumi

/5/

Hari sudah sore

Tinggal mendung yang menyapaku

/6/

Aku adalah pasopati yang perkasa

Dengan anak panahku menancap di jantungku

Aku pergi

* mengenang Pak Harto yang pergi kemarin siang