:::: MENU ::::

Berapa Gaji Anda?

Suatu pagi beberapa tahun lalu saya harus pergi ke sebuah KCP Bank BCA dekat rumah untuk mencetak histori transaksi di buku tabungan saya yang lama tidak diupdate. Maka bangunlah saya agak pagi, cuci muka, sikat gigi, dan berangkat dengan masih memakai celana training, sebuah t-shirt, dan sepasang sandal jepit. Tas selempang yang dibelikan mami di pasar tersandang di pundak. Saat nomor antrian saya dipanggil, saya maju ke seorang CSO lalu menyampaikan permintaan saya untuk cetak buku. Sembari si CSO melakukan proses pencetakan, terlintas di pikiran saya untuk apply kartu kredit bank itu (saya belum punya kartu kredit dari bank manapun saat itu). Maka berkatalah saya, “Mbak, boleh saya minta form aplikasi kartu kredit?” Si CSO tampak bingung campur kaget, dan setelah ia melihat saya dari atas ke bawah menjawab, “Gajinya sudah 3 juta?”

Sampai saat ini saya masih ingat betul wajah si CSO. :D


Bersyukur

Sepulang rapat dengan Seksi Kepemudaan dari paroki dan stasi kemarin malam, saya dan istri mengitari komplek sekitar cluster tempat kami tinggal, bermaksud meredakan gemuruh di dalam perut. Saya kemudian mengarahkan mobil masuk ke dalam komplek ruko setelah melihat sebuah petromak masih menyala menerangi gerobak nasi goreng di depan sebuah ruko. Ketika saya parkir, tepat di depan gerobak nasi goreng itu, sebuah kedai kecil yang ditutupi spanduk dan terpal menarik perhatian kami. Di atas spanduk itu terpampang foto-foto ‘produk’ dari si kedai: ayam goreng, soto ayam, dll. Continue Reading


Tukang Gorengan dan Seorang Pengemis Tua

Saya dan istri menghabiskan sebagian waktu hari ini dalam sebuah rapat karya paroki kami untuk tahun pelayanan 2015. Di awal rapat, seorang Romo Diosesan membawakan sebuah sesi mengenai spiritualitas pelayanan. Beliau, RD Rudi Hartono Pr., menyelipkan sebuah cerita Yunani kuno yang bisa direfleksikan secara mendalam.
Continue Reading

m4s0n501

An Empty Room

There is this scene in the last episode of Friends which all of casts stood together in Monica’s empty apartment, tried to recollect the memories they shared together in the apartment. The scene depicted the farewell perfectly.

image

I’m lying on my bed while writing this post, staring at the empty bedroom, feeling blue, knowing just how hard it is to say goodbye to the place where you crafted so many memories in. It’s hard to pack all the stuff in the boxes. It’s hard to think that this room won’t be mine anymore. It’s hard to put all the memories in those boxes, close them, and to know that I’m gonna really miss it..


Berpantang dengan Esensi

Setelah pulang dari hunting beberapa keperluan pernikahan, saya dan Vicky segera pulang mempersiapkan diri untuk penyelidikan kanonik oleh seorang Pastor paroki. Kami putuskan untuk menelan sesuap dua suap makanan sebelum tiba di rumah. Berhubung hari ini kami berpantang, singgahlah kami di sebuah tempat makan vegetarian: Loving Hut Express dekat rumah Vicky. Pasangan saya itu memesan semangkuk mie charsiew, saya memesan paket 3 sayur, dua tusuk sate, dan dua sendok charsiew. Saat menyantap hidangan, suara hati saya bertanya-tanya. Kalau bermaksud tidak makan daging dan beralih ke makanan vegetarian serupa daging, bukankah esensi berpantang itu sendiri tidak tercapai? Bukankah dengan demikian sama saja dengan tidak bermatiraga? Bukankah kalau demikian, saya sekedar menaruh kedok, membohongi hati, dan hanya berpura-pura berpantang?



The Burden of A Name: A Birthday Resolution

If I do not become a Saint when I am young, I shall never become one. – St. John Berchmans

I was baptized under the protection of the patron of altar boys: St. John Berchmans. I read about him once and found some facts about him that turned me ashamed and felt so burdened: he is just a young man, yet is called holy. He loved to make pilgrimages, walking barefoot through journeys of miles while praying the Rosary Prayer. He kept himself holy and clean of sins until he died at the age of 22, which granted him the beatification.

Continue Reading


Another Quality Time with The Lord

Bagiku, mengharapkan keajaiban dan mukjizat bukan berarti harus melihat penampakan Tuhan dalam rupa fisik yang kita inginkan, bukan berupa penglihatan akan air mata yang keluar dari Corpus Christi di Salib, bukan berupa air yang berubah menjadi anggur setelah kita berdoa, bukan berupa sesosok malaikat bersinar yang membangunkan kita di tengah malam. Bagiku, keajaiban dan mukjizat adalah hal-hal baik yang ada di hidup sehari2, namun acapkali kita tidak sadari. Bukan hal mudah. Tapi tidak juga sulit kalau kita mau. Di hari keempat peziarahanku di Surabaya, ada kejadian unik yang mendorongku untuk membagikan sedikit cerita ini.

Continue Reading


What If I Don’t Feel Anything?

What happens if you do not feel anything when you pray or even experience reluctance to pray?

Distractions during prayer, the feeling of interior emptiness and dryness, indeed, even an aversion to prayer are experienced by everyone who prays. Then to persevere faithfully is itself already a prayer.

Even St. Thérèse of Lisieux for a long time could not sense God’s love at all. Shortly before her death she was visited one night by her sister Céline. She noticed that Thérèse’s hands were clasped together. “What are you doing? You should try to sleep”, Céline said. “I cannot. I am suffering too much. But I am praying”, Thérèse replied. “And what do you say to Jesus?” “I do not say anything to him. I love him.” (YOUCAT question 508)

Dig Deeper: CCC section (2738-2739) and other references here.