:::: MENU ::::

An Empty Room

There is this scene in the last episode of Friends which all of casts stood together in Monica’s empty apartment, tried to recollect the memories they shared together in the apartment. The scene depicted the farewell perfectly.

image

I’m lying on my bed while writing this post, staring at the empty bedroom, feeling blue, knowing just how hard it is to say goodbye to the place where you crafted so many memories in. It’s hard to pack all the stuff in the boxes. It’s hard to think that this room won’t be mine anymore. It’s hard to put all the memories in those boxes, close them, and to know that I’m gonna really miss it..


Berpantang dengan Esensi

Setelah pulang dari hunting beberapa keperluan pernikahan, saya dan Vicky segera pulang mempersiapkan diri untuk penyelidikan kanonik oleh seorang Pastor paroki. Kami putuskan untuk menelan sesuap dua suap makanan sebelum tiba di rumah. Berhubung hari ini kami berpantang, singgahlah kami di sebuah tempat makan vegetarian: Loving Hut Express dekat rumah Vicky. Pasangan saya itu memesan semangkuk mie charsiew, saya memesan paket 3 sayur, dua tusuk sate, dan dua sendok charsiew. Saat menyantap hidangan, suara hati saya bertanya-tanya. Kalau bermaksud tidak makan daging dan beralih ke makanan vegetarian serupa daging, bukankah esensi berpantang itu sendiri tidak tercapai? Bukankah dengan demikian sama saja dengan tidak bermatiraga? Bukankah kalau demikian, saya sekedar menaruh kedok, membohongi hati, dan hanya berpura-pura berpantang?



The Burden of A Name: A Birthday Resolution

If I do not become a Saint when I am young, I shall never become one. – St. John Berchmans

I was baptized under the protection of the patron of altar boys: St. John Berchmans. I read about him once and found some facts about him that turned me ashamed and felt so burdened: he is just a young man, yet is called holy. He loved to make pilgrimages, walking barefoot through journeys of miles while praying the Rosary Prayer. He kept himself holy and clean of sins until he died at the age of 22, which granted him the beatification.

Continue Reading


Another Quality Time with The Lord

Bagiku, mengharapkan keajaiban dan mukjizat bukan berarti harus melihat penampakan Tuhan dalam rupa fisik yang kita inginkan, bukan berupa penglihatan akan air mata yang keluar dari Corpus Christi di Salib, bukan berupa air yang berubah menjadi anggur setelah kita berdoa, bukan berupa sesosok malaikat bersinar yang membangunkan kita di tengah malam. Bagiku, keajaiban dan mukjizat adalah hal-hal baik yang ada di hidup sehari2, namun acapkali kita tidak sadari. Bukan hal mudah. Tapi tidak juga sulit kalau kita mau. Di hari keempat peziarahanku di Surabaya, ada kejadian unik yang mendorongku untuk membagikan sedikit cerita ini.

Continue Reading


What If I Don’t Feel Anything?

What happens if you do not feel anything when you pray or even experience reluctance to pray?

Distractions during prayer, the feeling of interior emptiness and dryness, indeed, even an aversion to prayer are experienced by everyone who prays. Then to persevere faithfully is itself already a prayer.

Even St. Thérèse of Lisieux for a long time could not sense God’s love at all. Shortly before her death she was visited one night by her sister Céline. She noticed that Thérèse’s hands were clasped together. “What are you doing? You should try to sleep”, Céline said. “I cannot. I am suffering too much. But I am praying”, Thérèse replied. “And what do you say to Jesus?” “I do not say anything to him. I love him.” (YOUCAT question 508)

Dig Deeper: CCC section (2738-2739) and other references here.



Siapa Aku

Siapa aku ini hingga layak menyerukan “Surga”?

Siapa aku ini hingga dapat memanggilmu “Tuhan”?

Siapa aku ini hingga lantang jiwa dan kabut di dalam kepala yang melayang di atas jalan peziarahan tidak membuat malaikat pencabut nyawa mendekati dan berkenalan denganku?

Siapa aku ini

sampai-sampai malam tidak Kau suruh mengalahkan pagi?


Malaikat-malaikat Kecil Tuhan

Saat anda fokus untuk menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan memastikan anda selalu dilimpahi berkat-Nya. – Joel Osteen

Saya selalu berpendapat bahwa melayani Tuhan harus berada di urutan teratas dalam daftar prioritas hidup. Bagi saya, melayani Tuhan harus didahulukan dari kepentingan dan kepuasan diri, karena saya percaya saat kita menghabiskan 15 hari untuk bekerja dan 15 hari untuk pelayanan, hasil yang kita peroleh dari 15 hari untuk bekerja itu akan dilipatgandakan oleh-Nya untuk menutupi 15 hari yang kita habiskan untuk pelayanan. Saya percaya bahwa saat kita mendahulukan Tuhan, kita tidak perlu kuatir akan hidup kita, karena Ia sendiri yang akan menjaga dan menjamin hidup kita (bdk Mat 6:25). Banyak pengalaman pribadi saya yang dapat membuktikannya. Perkenankan saya membagikan satu di antaranya, yang baru saya alami beberapa hari yang lalu.

Continue Reading


Poems Collection

I visited my old blog that I created to serve my hobby writing poems and decided to migrate them all here. Please scroll through the posts history, filter by category “Poems” (on the menu bar), or click this link http://jbsig.it/category/poems-2/ to find them all. Have fun! Hope you guys enjoy it!